Struktur Sistem Pakar
Struktur sistem pakar terdiri dari dua pokok (Sri Kusumadewi, 2003), yaitu: lingkungan pengembang (
development environment) dan lingkungan konsultasi (
consulatation environment). Lingkungan pengembang digunakan sebagai pembangunan
sistem pakar baik dari segi pembangunan komponen maupun
basis pengetahuan. Lingkungan konsultasi digunakan oleh seseorang bukan ahli untuk berkonsultasi.
Komponen Sistem Pakar
Komponen-komponen sistem pakar terlihat pada Gambar 2.1 diatas dan
berikut penjelasan dari masing-masing komponen (Sri Kusumadewi, 2003),
yaitu:
- Subsistem penambahan pengetahuan. Bagian ini digunakan untuk
memasukkan pengetahuan, mengkontruksi atau memperluas pengetahuan dalam
basis pengetahuan. Pengetahuan itu bisa berasal dari buku, ahli,
basisdata, penelitian, dan gambar.
- Basis pengetahuan. Berisi pengetahuan yang dibutuhkan untuk memahami, memformulasikan dan menyelesaikan masalah.
- Motor inferensi (inference engine). Program yang berisi metodologi yang digunakan untuk melakukan penalaran terhadap informasi-informasi basis pengetahuan dan blackboard, serta digunakan untuk memformulasikan konklusi. Ada tiga elemen utama dalam motor inferensi, yaitu:
- Interpreter: Mengeksekusi item-item agenda yang terpilih menggunakan aturan-aturan dalam basis pengetahuan.
- Scheduler: Akan mengontrol agenda.
- Consistency enforce: Akan berusaha memelihara konsistenan dalam mempresentasikan solusi yang bersifat darurat.
- Blackboard. Merupakan area dalam memori yang digunakan untuk
merekam kejadian yang sedang berlangsung termasuk keputusan sementara.
Ada tiga tipe keputusan yang dapat direkam, yaitu:
- Rencana: Bagaimana menghadapi masalah.
- Agenda: Aksi-aksi yang potensial yang sedang menunggu untuk dieksekusi.
- Solusi: Calon aksi yang akan dibangkitkan.
- Antarmuka digunakan untuk media komunikasi antar user dan program.
- Subsistem penjelas. Digunakan untuk melacak respond dan member
penjelas tentang kelakuan sistem pakar secara interaktif melalui
pertanyaan:
- Mengapa suatu pertanyaan diajukan oleh sistem pakar?
- Bagaimana konklusi dicapai?
- Mengapa ada arternatif yang dibatalkan?
- Rencana apa yang digunakan untuk mendapatkan solusi?
- Sistem penyaring pengetahuan. Sistem ini digunakan untuk mngevaluasi
kinerja sistem pakar itu sendiri untuk melihat apakah
pengetahuan-pengetahuan yang ada masih cocok digunakan dimasa mendatang.